Pelat baja galvanis tersedia dalam berbagai jenis. Berdasarkan proses pembuatannya, mereka dapat dikategorikan secara luaslembaran baja galvanis hot-dipDanlembaran baja galvanis celup dingin (elektro-galvanis).. Berdasarkan permukaan akhir, lembaran tersebut dapat diklasifikasikan menjadi lembaran galvanis berpola, lembaran galvanis tak berpola, lembaran galvanis tahan sidik jari, dan lembaran galvanis pasif. Ada juga kategori khusus seperti lembaran galvanis bermotif, lembaran baja seng aluminisasi, dan lembaran baja anti korosi seng-aluminium-magnesium. Berdasarkan bentuk produk, tersedia dalam gulungan baja galvanis, lembaran lembaran galvanis, dan lembaran potong memanjang. Bahan yang umum digunakan termasuk DX51D dan SGCC, dan dapat diterapkan secara luas di berbagai industri seperti konstruksi, peralatan rumah tangga, struktur baja, dan dekorasi.
Kepadatan baja ditetapkan pada 7,85
Berat per meter persegi (kg) = Tebal (mm) × 7,85
Berat seluruh lembar (kg) = Panjang (m) × Lebar (m) × Tebal (mm) × 7,85
Contoh: lembaran galvanis tebal 1,2 mm, 1,5 m × 3,0 m
Berat per meter persegi: 1,2 × 7,85 = 9,42kg/㎡
Berat seluruh lembar: 1,5 × 3,0 × 1,2 × 7,85 = 42,39kg
Berat per ton per meter persegi: 1000 ÷ (1,2 × 7,85) ≈ 106,16㎡



Lembaran baja galvanis hot-dip: Galvanisasi hot-dip suhu tinggi (sekitar 450℃) melibatkan perendaman seluruh lembaran baja dalam seng cair untuk membentuk lapisan. Galvanisasi celup dingin: Proses pelapisan listrik pada suhu ruangan di mana lapisan tipis seng diendapkan pada permukaan lembaran baja melalui elektrolisis.
Galvanisasi hot-dip: Lapisan seng tebal, biasanya 60-120μm, memberikan perlindungan korosi yang kuat. Galvanisasi celup dingin: Lapisan seng sangat tipis, hanya 5-20μm, menghasilkan lapisan tipis.
Galvanisasi hot-dip: Ketahanan korosi yang sangat kuat, cocok untuk 15-30 tahun di luar ruangan, ideal untuk lingkungan lembab, terbuka, dan pesisir. Galvanis celup dingin: Ketahanan korosi yang buruk, cocok untuk 3-5 tahun di dalam ruangan, tetapi berkarat setelah enam bulan di luar ruangan.
Galvanisasi hot-dip: Permukaannya memiliki lapisan seng, sedikit kasar, dengan nuansa industri yang kuat. Galvanisasi celup dingin: Permukaan halus dan halus, tidak ada lapisan seng, daya tarik estetika tinggi, dan sifat dekoratif.
Galvanisasi hot-dip: Seng membentuk lapisan paduan metalurgi dengan baja, menghasilkan daya rekat yang kuat, ketahanan terhadap pengelupasan seng, serta ketahanan tekuk dan pengelasan yang baik. Galvanisasi dingin: Hanya lapisan permukaan yang diaplikasikan; rawan terkelupas dan terkelupas akibat benturan atau tekukan.
Galvanisasi hot-dip: Biaya tinggi; digunakan untuk membangun struktur baja, atap dan dinding, teknik perlindungan korosi, dan komponen luar ruangan.
Galvanisasi dingin: Murah; hanya cocok untuk dekorasi interior, interior peralatan, dan bahan ringan yang digunakan di lingkungan kering.



Lingkungan kering dalam ruangan: Bintik-bintik menguning dan sedikit karat muncul setelah 3-8 tahun.
Lingkungan terbuka/lembab di luar ruangan: Karat dimulai hanya dalam 6 bulan hingga 1 tahun.
Area semprotan garam pantai/pabrik kimia: Kegagalan lapisan dan korosi yang cepat terjadi dalam 3-5 bulan.
Lingkungan kering dalam ruangan: Hampir tidak ada karat selama 25-30 tahun.
Luar ruangan biasa di udara terbuka (matahari dan hujan): 15-20 tahun, benar-benar bebas karat.
Lokasi konstruksi lembab/ruang bawah tanah/kawasan industri: Pencegahan karat yang stabil selama 8-12 tahun.
Angin laut pantai/semprotan garam, lingkungan kimia ringan: Karat berangsur-angsur muncul setelah 5-8 tahun.